Energi Maluku 

Unpatti Siap Kawal Penataan Gunung Botak dengan Riset dan Data Ilmiah

Ambon, indonesiatimur.co – Universitas Pattimura (Unpatti) menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal penataan sektor pertambangan dan pengelolaan sumber daya alam di Maluku melalui riset, kajian ilmiah, dan penyediaan data yang akurat.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy dalam pertemuan bersama Dirjen Gakkum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Jeffri Rilke Huwae dan staff ahli Mentri ESDM RI, Michael Wattimena, di Ruang Rektor Unpatti Ambon, Rabu (25/06/2026). Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan didasarkan pada fakta, data, dan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebagai institusi akademik, tugas kami adalah menghadirkan data yang benar dan kajian yang objektif agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar berlandaskan bukti ilmiah, bukan asumsi,” ujarnya.

Rektor menegaskan bahwa Universitas Pattimura akan menjalankan peran tersebut secara independen. Kebebasan akademik yang dimiliki kampus bukan berarti tanpa arah, melainkan memastikan setiap penelitian dilakukan tanpa kepentingan kelompok atau lembaga tertentu.

Menurutnya, pendekatan berbasis riset menjadi sangat penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Maluku, termasuk persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang kerap muncul dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Kami tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan,” katanya.

 

Menjembatani Pembangunan dan Kepentingan Masyarakat

Dalam konteks penataan pertambangan, termasuk rencana pengelolaan Gunung Botak di Pulau Buru, kajian akademik dinilai memiliki peran strategis untuk memastikan pembangunan berjalan seimbang antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Universitas Pattimura melihat bahwa kekayaan sumber daya alam Maluku harus dikelola secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan maupun harmoni sosial.

Melalui penelitian dan pengabdian masyarakat, kampus berupaya memberikan rekomendasi yang dapat membantu pemerintah meminimalkan potensi dampak negatif sekaligus memaksimalkan manfaat pembangunan.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan perlu didukung data yang kuat dan analisis yang komprehensif,” ungkapnya.

Kolaborasi untuk Maluku yang Lebih Maju

Rektor juga menyambut baik langkah Kementerian ESDM yang membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam berbagai agenda strategis, termasuk penguatan tata kelola pertambangan dan penegakan hukum sektor sumber daya mineral.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Ia mengaku bangga karena Universitas Pattimura menjadi salah satu institusi pertama yang dikunjungi Jeffri Rilke Huwae dalam kapasitasnya sebagai Dirjen Gakkum ESDM RI.

Kehadiran Jeffri Rilke Huwae memiliki makna tersendiri bagi kampus, mengingat ia merupakan alumni Universitas Pattimura yang kini dipercaya mengemban tugas di tingkat nasional.

“Kami berharap kolaborasi yang dibangun hari ini tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi berkembang menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat Maluku,” katanya.

Dengan semangat kemitraan tersebut, Universitas Pattimura menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, sekaligus memastikan kekayaan alam Maluku dikelola secara bijak demi kesejahteraan generasi sekarang dan masa depan. (it-02)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.